PERAN WALI KELAS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PESERTA DIDIK
YASINTA MAHARANI TAE, S.Pd.,Gr.
GURU MATEMATIKA
SMA NEGERI 1 PANTAI BARU
Wali kelas memiliki peran yang sangat penting bagi peserta didik. Idealnya wali kelas perlu menjadi keluarga, sosok ayah, sosok ibu, saudara bahkan bisa menjadi teman bagi peserta didik. Wali kelas harus bisa menjadi orang terdekat bagi peserta didik dalam lingkungan sekolah yang dapat memberikan rasa nyaman serta dapat membaca situasi perubahan perilaku anak yang beranekaragam. Wali kelas berasal dari guru yang mampu menata dan mengelola kelas agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan pada akhirnya dapat mencapai tingkat kedewasaan sebagai tujuan akhir dari proses pendidikan.
Menurut Mulyasa (2012) Wali kelas diibaratkan sebagai pembimbing dalam sebuah perjalanan, yang tidak hanya menyangkut fisik tetapi juga perjalanan mental, emosional, kreativitas dan spiritual peserta didik. Hal tersebut harus berdasarkan kerjasama yang baik dengan peserta didik. Menurut UUGD No. 14/2015 Pasal 1 ayat 1 Guru merupakan pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar dan menengah.
Fakta di lapangan, terdapat masalah dalam minat belajar yang kurang dari peserta didik khususnya dalam kelas XII F 6 SMA Negeri 1 Pantai Baru. Faktor penyebabnya adalah karena peserta didik memiliki masalah psikologisnya masing-masing dari rumah yang bermacam-macam seperti yang pertama, broken home membuat peserta didik lebih tertutup, menyendiri dan cenderung tidak memiliki keinginan untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan pembelajaran. Kedua, orang tua (ayah atau ibu yang sudah meninggal) mengakibatkan peserta didik sulit dalam mengontrol emosi terhadap teman, guru maupun pegawai di dalam lingkungan sekolah terlebih saat guru sedang menegur atau memberikan sanksi atas kesalahan yang dibuat. Ketiga, menjaga orang tua yang sakit, saat sedang mengikuti pembelajaran di kelas tiba-tiba saja raut wajah peserta didik berubah menjadi sedih dan pandangan menjadi kosong. Keempat, orang tua yang sudah sangat tua sehingga ada siswa yang harus menjadi tulang punggung keluarga (bekerja di sawah, menghasilkan gula air dari pohon lontar dan pekerjaan lainnya yang bisa menghasilkan uang) lebih memfokuskan diri untuk mencari pekerjaan di luar agar menghasilkan uang untuk biaya sekolah dan biaya untuk menghidupi keluarga dan mengorbankan waktu sekolah.
Kelima, jarak tempat tinggal orang tua yang sangat jauh sehingga peserta didik harus tinggal di kos-kosan sendiri tanpa adanya pengawasan dari orang tua atau wali dalam kesehariannya sehingga mereka bangun pagi sesuka hati dan datang ke sekolah terlambat juga sering mengabaikan tugas dan tanggung jawab di sekolah. Keenam, adapun peserta didik yang jarak dari rumah ke sekolah sangat jauh tetapi tetap memilih untuk pulang pergi setiap harinya yang mengakibatkan sering terlambat tiba di sekolah dimana kegiatan belajar mengajar di dalam kelas sudah dimulai sehingga peserta didik tidak mendapatkan beberapa poin penting pada awal pembelajaran. Ketujuh, Semua yang dialami oleh peserta didik diatas, rata-rata mereka berasal dari keluarga yang ekonomi kurang mampu sehingga mereka sering sekali mengucilkan diri sendiri dalam kegiatan apapun di sekolah baik kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler.
Berbagai uraian masalah yang dialami oleh masing-masing pribadi peserta didik diatas membuat peserta didik tidak berkonsentrasi dalam pembelajaran dan cenderung untuk melakukan hal-hal yang menyimpang atau sering membuat kasus dalam kelas agar mendapatkan perhatian lebih dari guru misalnya : sering tidak mengerjakan tugas, absensi sering kosong, jarang masuk kelas, tidak memiliki catatan sehingga nilai ulangan atau kuis tidak mencapai kriteria ketuntasan minimal (KKM) dan hal tersebut sangat berpengaruh besar terhadap prestasi belajar peserta didik.
Solusi dari permalahan diatas sebagai seorang wali kelas adalah yang pertama harus bisa membaca situasi dari gerak gerik contohnya saat guru sedang berbicara di dalam kelas, peserta didik duduk tapi selalu menggerakan tangan memukul meja, membanting meja atau kursi, memukul pulpen atau apapun yang dipegang sehingga menimbulkan keributan yang mengganggu, perubahan tingkah laku contohnya peserta didik yang sopan saat berbicara dengan guru tiba-tiba malah mengabaikan atau tidak peduli ketiga guru atau wali sedang berbicara, nada suara misalnya peserta didik yang biasanya berbicara dengan nada yang lantang tiba-tiba suaranya tidak terdengar saat berkomunikasi dengan guru atau yang biasanya berbicara dengan suara pelan tiba-tiba saja membentak saat merespon guru ataupun teman, yang terakhir adalah ekspresi misalnya peserta didik yang biasanya ceria dan bersemangat di kelas tiba tiba raut wajah murung dan sering melamun. Kedua, lebih mendekatkan diri dengan peserta didik secara interen atau menempatkan diri sebagai mediator, teman, orang tua atau orang terdekat yang membuat peserta didik merasa aman dan nyaman untuk menyalurkan unek-unek atau permasalahan yang dialami oleh peserta didik. Ketiga, tidak boleh menghakimi peserta didik atas apa yang dilakukan misalnya saat tidak mengerjakan tugas dan tidak mencatat materi yang diberikan. Keempat, memberikan arahan atau ajakan agar peserta didik melakukan berbagai kegiatan yang bersifat positif. Kelima, kunjungan rumah sangatlah penting untuk dilakukan agar wali kelas lebih mengenal lingkungan tempat tinggal keseharian peserta didik sehingga dapat menyesuaikan dengan cara membimbing. Keenam, kasih sayang sangatlah penting karena peserta didik juga merupakan seorang anak sehingga mereka lebih membutuhkan kelembutan dan kasih sayang dari orang tua di sekolah.
Solusi yang dilakukan oleh wali kelas dapat memberikan dampak yang positif bagi peserta didik, guru mata pelajaran, maupun wali kelas karena adanya rasa respect yang timbal balik yang terjadi. Peserta didik menjadi lebih bersemangat dalam menjalani keseharian di dalam lingkungan sekolah, lebih banyak tersenyum dan bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar maupun ekstrakurikuler dengan motivasi yang besar dan penuh harapan yang baik. Intinya apapun yang dilakukan oleh peserta didik dari kelakuan yang baik atau kelakuan yang buruk sebaiknya sebagai guru ataupun wali kelas lebih mendekatkan diri dengan peserta didik, mecari sumber masalah dan memberikan arahan bahwa jika melampiaskan masalah ke arah negatif maka akan mendapatkan hasil yang negatif tapi jika ingin hasil yang positif maka harus melalukan ha-hal yang bersifat positif juga.
Berdasarkan uraian diatas, maka diambil kesimpulan bahwa jika kita ingin memahami pola pikir dan tingkah laku peserta didik maka wali kelas harus mengetahui latar belakang masalah yang dialami oleh peserta didik serta harus menempatkan diri sebagai orang yang paling dekat dengan peserta didik yang membuat mereka merasa aman dan nyaman.
PERAN WALI KELAS DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PESERTA DIDIK
Menjadi keluarga peserta didik


keren ibu wali kelas yang hebat
keren ibu wali kelas
Terima kasih banyak pak guru
sangat menginspirasi untuk para wali kelas, keren ibu.
Mksi bnyak pak guru