SMAN 1 Pantai Baru di Kecamatan Pantai Baru, Kabupaten Rote Ndao memiliki rencana untuk memaksimalkan aktivitas pembelajaran kontekstual setelah menerima bantuan 1 unit bus sekolah dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia pada Maret 2025 lalu. Kini, SMAN 1 Pantai Baru tengah menyiapkan program Laboratorium Kehidupan sebagai program yang mengintegrasikan aktivitas pembelajaran di sekolah dengan aksi study tour untuk mempelajari berbagai hal dalam keseharian masyarakat sekitar sekolah.
Kepala SMAN 1 Pantai Baru, Bapak Mikhael Kega, S.Pd., pada Kamis (12/06/2025) menyampaikan, mulai tahun pembelajaran 2025/2026 yang dimulai Juli mendatang, bus sekolah tidak hanya digunakan sebagai sarana antar-jemput siswa, tetapi juga sebagai fasilitas pendukung kegiatan pembelajaran luar kelas.
“Bus ini akan kami manfaatkan untuk mendukung pelaksanaan program Laboratorium Kehidupan, program pembelajaran yang menghubungkan materi pelajaran di sekolah dengan realitas kehidupan masyarakat sekitar sekolah,” jelas Bapak Mikhael.
Menurut Bapak Mikhael, program Laboratorium Kehidupan bertujuan menjadikan lingkungan sosial dan alam sekitar sebagai sumber belajar sehingga para siswa tidak hanya belajar dari buku atau sumber lain di dalam lingkungan sekolah, tetapi juga langsung dari pengalaman nyata di lapangan.
Sebagai contoh, Mikhael menyebutkan bahwa siswa dapat diajak studi tour ke pasar tradisional untuk mempelajari dinamika aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat, atau mereka bisa mengunjungi tempat budidaya lobster untuk memahami ekosistem laut dan cara budidaya biota laut secara langsung, maupun kegiatan lain yang relevan dengan kebutuhan pembelajaran kontekstual.
Bapak Mikhael menegaskan, dirinya bersama rekan-rekan gurunya di SMAN 1 Pantai Baru memiliki semangat untuk menghadirkan pembelajaran yang kontekstual sehingga apa yang dekat dengan kehidupan dan juga bisa menjadi bagian dari prospek kerja para siswa ke depan nanti, juga harus menjadi bagian dari proses belajar.
Sehingga, jelas Bapak Mikhael, dengan bus sekolah yang sudah ada, mereka bisa membawa para siswa keluar kelas untuk melihat dan belajar situasi lapangan secara langsung.
