MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK MELALUI METODE JIGSAW

Artikel Opini453 Dilihat

MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERBICARA BAHASA INGGRIS PESERTA DIDIK MELALUI METODE JIGSAW

Merianti Talomanafe

SMA Negeri 1 Pantai Baru

 

Bahasa Inggris merupakan alat komunikasi yang sangat penting di era sekarang (globalisasi). Namun, berbicara dalam bahasa Inggris bagi orang Indonesia bukanlah suatu hal yang mudah. Hal ini karena ketika berbicara bahasa Inggris, tidak hanya harus memikirkan kebenaran dalam tata bahasa, tetapi pembicara juga harus memikirkan fungsi sosial dari kalimat yang diucapkan, dalam berbicara kita harus melakukan hal di atas secara spontan.

Dalam pembelajaran bahasa Inggris, ada empat aspek keterampilan berbahasa, yakni: Mendengarkan, Berbicara, Membaca dan Menulis. Berkenaan dengan berbicara, banyak peserta didik yang mengalami kesulitan karena tidak berani atau takut bahkan ada yang tidak bisa berbicara. Sebagai contoh, dalam memperkenalkan diri peserta didik mengalami kesulitan dalam mengucapkan angka dalam bahasa Inggris, begitu juga dengan menyampaikan tentang hobi atau kesukaan.

Dampak negatif yang timbul bila hal ini terus menerus dibiarkan maka peserta didik tidak akan mampu bersaing dalam tingkat yang lebih tinggi maupun dalam dunia usaha. Untuk mengatasi masalah yang dihadapi peserta didik, maka penulis menggunakan metode jigsaw untuk meningkatkan kreativitas peserta didik dalam belajar bahasa Inggris terutama dalam hal berbicara atau speaking.

Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, penulis menggunakan metode Jigsaw. Metode Jigsaw pertama kali dikembangkan dan diujicobakan oleh Elliot Aronson, dkk di Universitas Texas dan kemudian diadaptasi oleh Slavin,dkk di Universitas John Hopkins. Metode jigsaw adalah teknik pembelajaran kooperatif di mana peserta didik yang memiliki tanggungjawab lebih besar dalam pembelajaran bukan guru. Tujuan dari teknik ini adalah mengembangkan kerjasama tim, keterampilan belajar kooperatif dan menguasai pengetahuan secara mendalam yang tidak mungkin diperoleh apabila peserta didik belajar sendiri.

Teknik mengajar jigsaw digunakan dalam pembelajaran bahasa Inggris yang meliputi empat aspek yaitu: mendengarkan, berbicara, membaca dan menulis. Dalam teknik ini, guru memperhatikan latar belakang pengalaman peserta didik dan membantu peserta didik untuk mengaktifkan skemata agar bahan pembelajaran menjadi lebih bermakna. Pembelajaran teknik jigsaw terdiri atas dua kelompok, yakni kelompok asal dan kelompok ahli. Kelompok asal adalah kelompok induk peserta didik yang beranggotakan peserta didik dengan kemampuan, asal dan latar belakang keluarga yang beragam. Kelompok ahli adalah kelompok peseta didik yang terdiri dari anggota kelompok asal yang berbeda, yang ditugaskan untuk mempelajari dan memahami topik tentang talking about self untuk dijelaskan kepada anggota kelompok lain.

Pembelajaran jigsaw terbagi atas empat langkah, yakni:

Langkah Pertama: peserta didik yang dikelompokkan dalam kelompok asal yang   terdiri atas 4-6 orang dengan kondisi yang baik dan segi kemampuan maupun karakteristik lainnya. Kemudian diberikan satu contoh cara menceritakan jati diri dan bagaimana mengucapkan angka-angka dalam bahasa Inggris.

Contoh: Hello, good morning everyone, let me introduce myself to you all.

                          My full name is Mutiara Louisya Berta Therik, but you can call me Mutia. I               am fourteen years old and I am from Olafulihaa. My hobby is reading. That’s enough and thank you.

Langkah kedua : peserta didik diberikan satu contoh cara menceritakan jati diri dan bagaimana mengucapkan angka-angka dalam bahasa Inggris, kemudian setiap anggota kelompok ditugaskan untuk mempelajari materi tersebut untuk disampaikan ke anggota kelompok.

Langkah ketiga : setelah masing-masing perwakilan menguasai materi yang ditugaskannya, kemudian perwakilan kembali ke kelompok asalnya dan saling menjelaskan pada teman satu kelompoknya sehingga dapat memahami cara menyampaikan jati diri dan mengucapkan angka-angka dalam bahasa Inggris.

Langkah keempat : sebagai langkah akhir dari teknik ini adalah peserta didik diberikan tes atau kuis untuk mengetahui apakah peserta didik sudah memahami materi pembelajaran talking about self  dengan teknik jigsaw atau belum.

Dengan penggunaan metode ini peserta didik bisa memiliki kesempatan untuk saling berkomunikasi dengan sesama teman. Saat pembelajaran berakhir, peserta didik sangat antusias dalam berbicara untuk menceritakan tentang jati dirinya dan saling berkomunikasi menggunakan bahasa inggris meskipun tidak semahir yang lain tapi sudah berani keluar dari ketidakmampuan mereka melalui teknik jigsaw ini.

Peserta didik sudah bisa menyapa teman dengan menggunakan sapaan, misalnya: Hi, good morning, how are you today? Good bye, see you tomorrow, thank you and etc.

Berdasarkan uraian di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa pembelajaran bahasa inggris menggunakan metode jigsaw dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berbicara serta mampu mengungkapkan ide mereka dalam berkomunikasi dengan teman sambil menanyakan kabar, mengucapkan terima kasih, serta salam berpisah.

 

SEKIAN…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

1 komentar